- Obat bermanfaat untuk mencegah penyakit
- Obat bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit
- Obat bermanfaat untuk ,mengobati penyakit, dan
- Obat bermanfaat untuk menjaga kesehata
Berbagi Itu Indah!!!
Seindah Merah Putihku.
Jumat, 17 Mei 2013
Globalisasi dengan segala huru-hara nya tidak hanya membuat masyarakat harus berfikir memutar otak untuk kelangsungan hidupnya, namun penyakit juga mulai bermetamorfosis ke berbagai macam varian, mulai dari teknik penularan, pertahanan dalam tubuh induk, efek sakit yang dirasakan dan lain-lain.
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai bahwa banyak sekali model atau teknik yang dibuat oleh masyarakat untuk membendung penularan penyakit. Namun dibalik itu semua perlu adanya sedikit pengetahuan mengenai faktor resiko yang akan timbul. Obat dalam masyarakat, dikenal sebagai cara yang mujarab untuk membius mati penyakit, sayangnya dari sisi lain kita melihat bahwa terkadang kecenderungan untuk membudidayakan obat hanya dilatar belakangi pengetahuan dari pengalaman pribadi.
Dalam ilmu farmakologi, ada sebuah slogan yang menjadi dasar pergerakan para penduduk farmasi untuk berhati-hati dalam menciptakn inovasi baru berbau obat-obatan “obat itu akan menjadi racun ketika berlebihan dosisnya, namun racun itu bisa disembuhkan dengan dosis yang tepat”, ini tidak bertujuan untuk mengendorkan nyali para pejuang farmasi namun dalam tanda kutip sebagai bom dan boomerang yang sewaktu-waktu akan meledak karena kesalahan yang dilakukan para pemiliknya. Jika di telusuri kembali kemungkinan kita akan melakukan perbandingan yang agak sedikit menyudutkan para peracik obat-obatan yang tidak berdasarkan ilmu pengetahuan tentang obat-obatan itu sendiri, karena slogan tadi lebih kurang 50% telah menjelaskan bahaya obat yang di racik tidak berdasarkan pengetahuan tentang obat-obatan akan memiliki efek yang besar kepada produsen, lebih-lebih jika tidak dapat dipertanggung jawabkan secara medis.
Dalam lingkup healt profesion selain pejuang farmasi yang menjadi central of attention, juga dokter yang dimana dalam profesinya dokter berhak penuh untuk memberikan diagnose dan kemudian rantai kerjanya dilanjutkan kepada farmasi yang akan bertindak penuh untuk pemenuhan pemulihan kembali pasien. Dalam hal ini perawat yang notabenennya adalah profesi saya. Dalam etik profesi kami dituntut untuk memastikan obat yang disediakan para pejuang farmasi sudah dicernah oleh mulut pasien. Terlebih dahulu, saya ingin mengajak anda membaca dan kemudian menanamkan ke dasar otak anda mengenai fungsi obat, diantaranya :
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar